fbpx

Wereng batang coklat ancaman serius pertanaman padi

Wereng batang coklat atau yang biasa disebut wereng coklat dengan nama ilmiah Nilaparvata Lugens merupakan jenis serangga yang dikelompokkan dalam ordo hemiptera dan merupakan hama utama di tanaman padi, keberadaan sangat ditakuti petani karena dampak kerusakan yang disebabkan cukup besar, bahkan bisa menyebabkan tanaman padi gagal panen (puso).

Morfologi dan Siklus hidup wereng batang coklat

Untuk menganl lebih jauh tentang Wereng batang coklat ada baiknya kita mengathui dulu mengenai klafisikasi dan taksonomi dari wereng batang coklat ini.

Taksonomi

  • Kingdom    : Animalia
  • Filum          : Arthropoda
  • SubFilum    : Hexapoda
  • Kelas           : Insecta
  • Ordo            : Hemiptera
  • Family         : Delphacidae
  • Genus          : Nilaparvata
  • Species        : N Lugens

Biologi

  • Telur diletakkan berkelompok 4-10 butir di dalam jaringan pepepah daun
  • Kemampuan bertelur 100-500 telur, bentuk telur lonjong & transparan yang diletakkan dalam kelompok telur, yang terdiri dari 2 – 10 kelompok telur untuk setiap betina.
  • Telur menetas 6-9 hari setelah diletakkan
  • Nimfa terdiri dari 5 instar dengan periode setiap instar  2 – 4 hari,lama hidup nimfa  berlangsung 12-18 hari
  • Perubahan warna terjadi pada setiap perkembangan instar
  • Imago atau serangga dewasa hidup antara 8 -10 hari dengan  tipe serangga dewasa yaitu serangga bersayap sempurna (Makroptera) dan imago dengan tipe saya pendek (Brakhiptera).
  • Terjadi tumpang tindih (overlap) generasi dalam satu tempat, sehingga populasi wereng batang coklat bisa sangat tinggi di dalam satu areal pertanaman.

Gejala Serangan Wereng Batang Coklat

Hama wereng batang coklat sebagai hama utama tanaman padi karena keberadaannya bisa menyerang hampir di semua stadia tanaman padi, mulai dari pembibitan sampai menjleang panen. Pengamatan pertanaman sangat dianjurkan untuk mengantisipasi serangan hama ini.
Gejalan serangan dimulai saat Nimfa dan imago berada pada bagian bawah tanaman padi (di atas permukaan air) dan menghisap cairan dari batang anakan, Tanaman yang terserang bisa mengering,biasa disebut “hopper burn” dengan pola membulat (circular).
Di persemaian keberadaan hama wereng batang coklat bisa menyebakan bibit tanaman layu dalam 2 hari,kemudian kekuningan dan menyebabkan daun kering
Tanaman berumur 25 hari setelah tanam wereng coklat dapat menyebakan pembentukan anakan terhambat, tanaman yang terserang layu dan kering kemudian menyebakan tanaman mati
Keberadaan wereng batang coklat pada tanaman padi berumur 45 hari dapat menghambat keluarnya bunga, menyebakan keluarnya malai yang tidak seragam.
Gejala serangan wereng pada tanaman padi berumur 70-80 hari sangat berbahaya karena  hasil sudah tidak dapat diharapkan, bulir hampa dan tanaman mati
Tidak sampai disitu saja bahkan tanaman padi yang  berumur 90-100 hari tidak luput dari serangan wereng batang dan dapat menyebabkan batang lunak, busuk kemudian  mati.

 

Baca juga :  Hasil panen padi 9-10 ton begini cara pemupukannya

Pencegahan dan Pengendalian Wereng Batang Coklat

Dalam budidaya tanaman padi yang saat ini umumnya monokultur dan hamparan, sangat dibutuhkan pengamatan yang dapat dilakukan mulai dari saat pembibitan sampai panen, tujuan pengamatan ini agar petani dapat melakukan peramalan serangan hama atau penyakit sedini mungkin sehingga dapat melakukan teknik pengendalian yang efektif.
Wereng batang coklat umunya datang di pertanaman pada saat di pembibitan, dimana imago atau serangga dewasa mulai meletakkan telur, apabila di pertanaman (pembibitan) dijumpai populasi hama 2-4 ekor per meter maka perlu dilakukan teknik pengendalian dengan cara memungut/mengambil hama secara manual, jika populasi lebih tinggi penggunakan pestisida sangat dianjurkan agar serangan hama tidak meningkat dan mengancam pertanaman.
Umur tanaman 2 – 6 Minggu setelah tanam adalah waktu yang kritikal untuk melakukan pengamatan, keterlambatan pengamatan dan tidak mengetahui kondisi pertanaman dan populasi hama dapat mengancam pertanaman padi, karena perkembangan wereng batang coklat yang sangat cepat, jika dipertanaman padi umur 2 – 4 minggu didapatkan populasi hama lebih dari 4 ekor per rumpun artinya potensi terjadinya ledakan hama wereng coklat sangat mungkin terjadi, apalagi jika petani menemukan populasi wereng batang coklat 10 – 20 ekor per rumpun di pertanaman padi yang berusia antara 4 – 6 Minggu setelah tanam, Peengendalian secara kimia sangat dibutuhkan dan penggunaan insektisida jenis neonicotinoid sangat dianjurkan karena terbukti sangat manjur menekan dan mengendalikan populasi wereng coklat. Salah satu merek dagang yang dianjurkan adalah Plenum karena memiliki kemampuan tri block yang mampu memutus siklus hidup hama wereng batang coklat.

 

Apabila populasi wereng coklat cukup tinggi, pada tanaman padi umur 6 – 9 minggu biasanya mayoritas imago masih belum memiliki sayap yang sempurna (pendek) karena ketersediaan makanan yang masih banyak, ini adalah waktu yang tepat untuk pengendalian wereng dengan menggunakan pestisida,
Apabila populasi wereng sudah mencapai 400 – 800 ekor perumpun biasanya mayoritas imago atau serangga dewasa yang ada adalah yang memiliki sayap sempurna (panjang) karena ketersediaan makanan yang sudah berkurang dan mereka akan melakukan migrasi atau perpindahan tempat ke pertanaman lain. Keadaan pertanaman padi akan mengalami puso atau terbakar, keadaan ini biasanya akan terjadi di umur pertanaman padi 9 – 13 minggu setelah tanam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *